Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Pesan Kalbuku Untukmu

Foto: annurhijrah.com

Foto: annurhijrah.com

Tau kah, engkau
Setiap saat aku melihat ponsel itu
Melihat apakah ada pesan singkat yang masuk
Dan berharap itu datang darimu

Sadar kah, engkau
Aku menunggu inbox emailku terisi
Sebuah surat elektronik dari alamat emailmu
Yang membuatku punya harapan dalam berkehidupan

Yakin kah, engkau
Dering ponsel itu sangat kuharapkan
Semoga peneleponnya adalah dirimu
Yang suaramu mententramkan relung hatiku

Maaf, bila ku mencoba acuh tak acuh
Bukan aku tak peduli akan dirimu
Hanya ingin kau tahu
Aku benar-benar sangat mengharapkan kau kembali

Mungkin pesan non-verbal ini tak pernah kau hiraukan
Namun, aku berharap pesan kalbu ini sampai di hatimu
Bahwa aku benar-benar mencintaimu
Dan berharap engkau adalah pendamping dalam hidupku

Duka Cinta

Senja itu terlalu indah untukku
Aku tak mampu memandangnya terlalu lama
Semakin lama kupandang
Semakin dalam rindu ini padanya

Begitu sakit terasa
Begitu perih menyiksa
Terbayang wajah manisnya di sana
Di ujung dunia yang belum pernah ku jamah

Ku coba untuk melupakan dirinya
Termasuk saat-saat indahku bersamanya
Namun semakin kuat kuberusaha
Semakin jelas kenangan ini terasa

Terpikir untukku tak pernah lagi jatuh cinta
Agar tak rasakan perihnya sakit hati
Namun aku tak pernah berdaya
Karena itulah hakekat manusia, jatuh cinta

Tuhan,
Bila dia bukan jodohku
Ikhlaskan hati kami untuk saling melepaskan
Ikhlaskan setiap perasaan rindu dan cinta ini
Sungguh aku tak sanggup untuk memikulnya lagi

Tuhan,
Bila dia bukan jodohku
Berikanlah jodoh yang terbaik untukku dan untuknya
Agar kami mampu jalani hidup ini hingga tuntas menuju kehadirat-Mu

Namun bila dia jodohku, Tuhan…
Mudahkanlah kami untuk bersatu
Hilangkanlah halang rintang yang tak kuasa kami untuk melewatinya
Sungguh, pernikahan suci atas nama-Mu, itu yang kami tuju

Dan kini aku hanya bisa termenung
Bimbang tak tentu arah, tanpa daya
Berharap petunjukmu segera tiba
Untuk tuntaskan hati yang gelisah

Bulan, yang Terlupakan

Hanya 15 hari berlalu
Kini semua telah melupakanmu
Tidak lagi menghitungmu sebagai keindahan malam
Tapi menatapmu seakan tak berharga dan mati

Dan dirimu hanya bisa terbenam
Kelam, semakin dalam
Tak lagi berkata, tak lagi bertahta
Perlahan hanya terucap rindu pada sinaran

Hingga akhirnya mati
Tersingkir sementara dari dunia dewa-dewi
Sembari melangkah melewati titik api
Tuk memulai romansa kehidupan kembali

Impian dan Harapan

Harapan
Satu kata yang indah ketika kita mencoba menorehkan sebuah mimpi
Sebuah doa dari hati agar apa yang kita cita-citakan dapat tercapai
Suatu permohonan kepada Sang Khalik atas apa yang ingin kita gapai

Meskipun begitu,
Harapan seringkali kosong tanpa makna dan tanpa asa
Terputus begitu saja dari apa yang pernah kita ikrarkan
Padahal apa yang ingin kita gapai, telah ada sangat dekat di hadapan kita
Hanya saja, keputusasaan mengaburkan pandangan kita dari impian yang jaraknya tak lebih dari 1 depa

Perlu sebuah kesabaran dan segenggam kebijakan untuk kita ada di garis akhir dengan senyuman kebahagiaan
Tentunya kedewasaan adalah salah satu faktor penunjang dari banyak faktor lainnya
Meskipun begitu, semuanya merupakan pilihan
Dan di tangan masing-masing dari kita itu ada

Teruslah bermimpi dengan harapan dan usaha untuk mewujudkannya
Semakin tinggi dan tinggi hingga semakin tinggi lagi
Seperti sekelompok burung yang tak pernah lelah berjuang menggapai daerah migrasi

Selamat hari lahir
Gapai terus tangga biru ini
Dan dapatkan cukup satu bintang

Ketika Aku dan Tuhan

Ketika aku memanggil-Mu Tuhan
Ku serahkan hidupku hanya pada-Mu
Ku pasrahkan segenap jiwa raga untuk memuja-Mu
Dan ku lapangkan bumi ini untuk senantiasa menyembah-Mu

Ketika aku menyapa-Mu Tuhan
Aku bersimpuh tunduk di hadap-Mu
Walaupun seberkas cahaya muncul namun tak pernah memberikan terang
Dan kegelapan tak kunjung pergi dari kehadirannya atasku
Tetap aku menyapamu dengan Tuhan

Ketika aku menyebut-Mu Tuhan
Ketika itu pula aku tak pernah lagi mampu berpaling dari-Mu
Alih2 hanya menengok
Lirikanku pun tak pernah memiliki izin untuk menghilangkan-Mu dari urat nadiku

Dan ketika aku menunjuk-Mu Tuhan
Tak mudah bagiku untuk bisa membenci-Mu
Anehnya, begitu nyata aku mencintai-Mu
Terlalu dalam hingga tak lagi berjejas

Lalu ketika aku meyakinkan-Mu Tuhan
Beribu peluh telah bernapas tiada henti
Menorehkan goresan2 tak terejawantahkan
Hingga aku hanya mampu terapung dan terasing

Akhirnya ketika aku memergoki-Mu Tuhan, Tuhan, Tuhan, Tuhan, dan begitu aku selalu menyebut-Nya
Begitu hampa diriku ada
Tak lagi bernyawa dan tak lagi punya makna
Dan kini kukembalikan seluruhnya pada-Mu, Tuhan

Bintang Biru

Hanya ada satu bintang
Ketika mentari beranjak pergi dan bulan tak kunjung singgah
Terang di angkasa
Melantunkan kerinduan dari petang yang mulai kosong

Menari di langit malam
Mengisi ruang di bumi dengan kehangatan
Tampak ceria
Sembari menggugah inspirasi setiap makhluk yang terkesima melihatnya

Penuh wibawa dan kehangatan
Memantapkan langkah setiap diri untuk bersamanya di setiap malam
Meskipun purnama bertandang
Dan ribuan bintang lainnya datang dan pulang

Izinkan hamba pernah mengenalnya
Mengenal satu bintang di ufuk senja sana
Sebuah bintang yang elok penuh damba
Satu bintang biru yang ku suka

Be Your Self

Diri kita adalah sesuatu yang satu
Terpadu dalam belahan hati dan jiwa
Membeku membentuk suatu untaian keindahan
Sebuah bentuk yang unik dan menyenangkan

Kamu adalah kamu
Berbeda dengan yang lainnya yang ada
Tak akan pernah ada persamaan
Meskipun sebuah titik dalam darah

Menjadi dirimu sendiri adalah sebuah karunia
Karunia yang tak terhingga
Yang membuat hidupmu adalah hidupmu
Dan semuanya tak akan ada yang sia-sia

Jadilah dirimu maka kehidupan akan terbuka
Bagai sebuah pintu yang telah kau miliki kuncinya
Dan segala kemudahan akan tersaji di depanmu
Serta menyenangkan bagimu
Tanpa beban hidup

140408
Yudha P Sunandar
Sn

Satu demi satu foto banyak perempuan aku lewati
Satu demi satu pula aku liat monyet2 bergelantungan
Mengekor tiada henti pada sang gadis
Terkadang memeluk, mencium, dan tersenyum bersama
Memadu kasih yang seharusnya belum terjadi

Namun ada banyak foto juga yang hanya kenangan
Menurut cerita, sang monyet pindah ke pohon lain
Demi mencari sebuah pemuasan hasrat baru
Dan sarang yang lama dibuang percuma karena sudah tak manis terasa

Iri rasanya melihat para wanita yang dihinggapi monyet2
Membuatku tak bisa lagi menyebutkan sebuah kata suka yang penuh makna
Hanya mampu mengacuhkan gambar2 jelek dan tak berseni
Atau menutupnya tanpa dilihat lagi?

070308
Yudha P Sunandar
Sn

Kekagumanku

Tak pernah terbayangkan bahagianya aku
Saat menerima email darimu
Sebuah kekaguman lahir dari tanganmu kepadaku
Hingga buat aku tersipu dan malu

Aku hanya bercerita tentangku apa adanya
Cerita tentang rutinitas sebuah anak manusia
Tapi kau bersemangat dan bercerita
Bahwa aku adalah inspirasi bagimu

Terima kasih sobat
Inspirasimu telah membawa inspirasiku
Mari kita buat perbedaan adalah sesuatu yang satu
Dan merubah dunia menjadi satu

22012007
Yudha P Sunandar
Sn

Kehidupan dalam Bis Kota

Teriknya mentari menyengat bumi
Tak galaukan sebuah kehidupan dalam ruang kecil
Berjalan hilir mudik menyusuri jalanan beraspal
Menelaah sebuah perputaran roda dunia

Di satu waktu terdengar dentingan gitar
Mengalun sendu dan parau berteriak
Meramaikan suara bisingan jalanan
Menjadi ciri khas yang tak pernah pudar
Meski telah berlewat zaman

Pedagang tak mau kalah berperan
Menjajakan benih-benih penghasil kertas bernilai
Buat orang kesal dan sebal tak jadi soal
Yang penting perut kenyang dan hatinya riang

Di sela-sela deru dan debu
Puluhan manusia lainnya hanya duduk diam
Tertidur, membaca, melamun, atau sekadar berbincang
Menunggu kaki mereka berpijak
Ke tempat yang hati mereka tuju

Begitulah perputaran di sebuah dunia kotak
Di dunia yang kotor nan jauh dari rasa nyaman
Namun disitulah beberapa kehidupan bergantung
Kehidupan dalam bis kota

19012008
Yudha P Sunandar
Sn

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.