Rabu, 5 September 2007 oleh Yudha P Sunandar
Malam semakin larut
Saat banyak pemuda terlarut mabuk
Tertawa dan bernyanyi bersama
Melantunkan emosi yang tak pernah serius
Di sisi lainnya,
Gadis2 dengan tubuh terurai berdiri dan berjalan
Melambaikan tangan pada setiap mobil yang datang
Mengharapkan menikmati segepok uang
Dan kenikmatan bersetubuh
Semakin larut malam
Semakin carut marut dunia
Setiap orang bangga dengan hilangnya akal sehat
Setiap manusia tak takut lagi berbuat dosa
Dunia macam apakah ini?
Ketika satu per satu keperawanan gadis2 terenggut dengan sendirinya
Ketika langkah2 gontai pemuda menghiasi jalanan malam
Ketika uang telah mampu membeli agama beserta tuhan2nya
Ketika matahari mengelokan neraka di bumi
Dunia macam apakah ini?
Tiadakah seseorang malaikat sucipun di sini?
Tiadakah seorang priyai mampu menundukan semua ini?
Dan tiadakah keadilan dan akal sehat ada di sini?
Dunia macam apakah ini?
Macam neraka yang penuh siksa?
Atau surga bagi kemaksiatan yang abadi?
Atau memang neraka yang menjelma sebagai surga
Dunia macam apakah ini?
Aku hanya mampu menatap dan bertanya
Dunia macam apakah ini?
210707
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Di sebuah tempat berlabuh
Ku bertemu dengan dirimu
Jatuh cinta pada pandangan pertama
Keterusan setelah sampai di kota kita
Yogya menjadi simbol pertemuan kita
Dan kasih sayang menjadi simbol pertemanan kita
Meskipun kala itu aku telah menambatkan cintaku pada gadis lain
Entah kenapa hatiku selalu ada padamu
Bukan maksudku ingin mendua
Bukan maksudku pula ingin merebut cintamu darinya
Hanya saja hati ini tak bisa menahan
Sebuah rasa yang telah terpendam percuma
Meskipun kau bukan milikku
Meskipun tambatan hatiku bukan padamu
Aku akan selalu memendam rasa ini
Hingga saatnya tiba
Dan aku akan memberikan semua ini
Meskipun kau mungkin tidak mengharapkan semua ini
120607
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | 1 Komentar »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Kehidupan memiliki jalan untuk menampakkan dirinya
Kerelaan dalam hati dan keikhlasan dalam jiwa
Mewarnai sesuatu hal yang tak terduga
Menjadi misteri dalam kata dan rasa
Kini ku bimbang melihat jauh ke sana
Ke arah depan yang gelap gulita
Memandang kehidupan dari sisi yang terdalam
Yang tak pernah bisa ku terka dan ku kira
Aku harus memilih
Jalan mana yang akan kumiliki
Untuk maknai hidup ini
Menjadi bukan hanya langkah hewani
Tapi langkah manusia yang berbudi
Aku harus tetapkan jalur sang hati
Agar tak terperosok ke arah jurang yang sepi
Yang gelap dan tiada berarti
Dan Hilang tanpa api
Kini aku tak tahu lagi
Harus berkata apa dan menjalani yang bagaimana
Karena ku hanya seorang diri
Yang tak berdaya dan tak berarti
Dan kini ku hanya berkontemplasi
Yudha P Sunandar
130706
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Gelapnya malam tak lagi memberikan ketakutan
Dinginnya sunyi tak mungkin lagi menggetirkan jiwa
Aku berlari menempuh kebekuan kegelapan
Diantara rimbunan pepohonan beton dalam taburan bintang
Menyelisik setiap penjuru kota
Dalam keheningan dan kesunyian
Sang ksatria malam telah tiba
Dari istana bulan dan bintang yang berpijar
Mengarungi bahtera dunia yang semakin kelam
Dalam keegoisan yang fana namun menyakitkan
Meskipun tiada arti ku kemari
Namun terpaku setiap jengkal perjalanan kehidupan
Membuatku semakin tahu isi bumi yang kelabu
Menjadikanku mahligai kehidupan kerajaan jiwa jagat raya
140507
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Setiap detik selku berubah
Setiap langkahku, aku berubah
Setiap tatapanku, dunia berubah
Dan setiap aku bernafas, tubuhku berubah
Setiap pertemuan, mereka berubah
Setiap tatapanku, mereka berubah
Setiap pembicaraan, mereka berubah
Dan setiap dunia berbicara, mereka berubah
Semua berubah
Aku, kamu, mereka
Semua berubah ke arah kehancuran
Semua berubah ke arah kebinasaan
Dan Semua berubah ke arah kematian
Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak berubah
Karena berubah adalah hakekat setiap makhluk Tuhan
Dari ada
Menjadi tiada
180507
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Setiap pandangan mataku mengisyaratkan sesuatu
Setiap itu pula pikiranku berpikir
Dan hatiku berbicara
Ketika aku memandang seorang wanita tua yang berada di pinggir jalan
Mengais mencari nafkah sembari berkomat-kamit “Kasihan”
Pikiranku berpikir dan hatiku berbicara
“Andai aku bisa memberikan sesuatu padanya, maka akan kuberikan”
Ketika aku memandang seorang lelaki dengan mobil mewah
Melaju tak menghiraukan sekitar
Pikiranku berpikir dan hatiku berbicara
“Aku tidak akan sombong seperti dia apabila hartaku berkecukupan”
Ketika aku memandang langit di angkasa
Kemudian menatap kosong pada tanah yang kupijak
Pikiranku berpikir dan hatiku berbicara
“Sungguh indahnya ciptaanmu ya Tuhan”
Ketika aku kaya dan melihat seorang wanita tua di pinggir jalan
Pikiranku tidak lagi berpikir dan hatiku tidak lagi berbicara
Dan semua janji-janji itu nista adanya
Meskipun Pikiranku berusaha untuk berpikir dan hatiku berusaha untuk berbicara
Tiada guna usaha mereka
Karena kini ketamakanku lah yang berbicara
180507
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Ketika aku muak dengan dunia
Ketika aku resah dengan segala tindak tanduk dunia
Ketika aku tak lagi mampu hidup di dunia
Ketika aku sudah kalah di dunia
Ketika semua kehancuran akan terjadi
Ketika seluruh manusia berjuang untuk mendapatkan uang
Ketika hati mereka hitam legam seperti batu
Ketika Kemiskinan merajalela dan kekayaan menindas manusia
Ketika Tuhan tak lagi berbicara
Ketika Tuhan hanya mampu melihat
Ketika Tuhan hanya mampu mendengar
Ketika Tuhan memberikan cobaan kepada ciptaannya
Kemana aku harus berlari ketika itu terjadi?
Kemana aku harus berdiri ketika itu terjadi?
Kemana aku harus melangkah ketika itu terjadi?
Kemana aku harus bersembunyi ketika itu terjadi?
Ketika semua bumi akan musnah
Ketika Semua langit akan runtuh
Ketika semua gunung akan terbang
Ketika semua ombak akan bergulung
ketika seluruh semesta hilang tak terbentang
180507
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Derap langkah mereka, terdengar seribu kilo jauhnya dari ujung dunia
Alunan suara mereka, terasa bagai seorang yang bernyanyi di hatiku
Apa yang mereka rasakan, meraba jantungku yang semakin lemah
Aku tak tahu apa yang terjadi padaku
Semuanya begitu jelas olehku
Bukan oleh mereka yang disekitarku
Yang acuh terhadap dunia sekitar
Ketika bumi ini menangis, aku mengerti apa yang bumi tangisi
Ketika langit murka, aku mengerti mengapa dia murka
Ketika semua alam bernyanyi, aku mengerti kebahagiaan mereka
Mengapa hanya aku yang mengerti?
Meskipun aku berusaha menutup hatiku dalam-dalam
Meskipun aku berusaha untuk memejamkan mata
Meskipun aku berusaha sekuat tenaga
Tetapi kebenaran tak dapat dirahasiakan
Dan kebusukan selalu akan terbuka dengan kesaksian malaikat
240507
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Aku terlahir bukan karena keinginanku
Mengapa aku harus takut menghadapi mati?
Aku di sini bukan karena pilihanku semata
Mengapa aku harus menyesali semua ini?
Ribuan jalan dan takdir telah kulewati
Dalam bahasa yang tak bisa kumengerti
Meninggalkan jejas-jejas kehidupan
Untuk meraih sesuatu yang abadi
120607
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »
Jumat, 15 Juni 2007 oleh Yudha P Sunandar
Di jendela ini aku berdiri enam tahun yang lalu
Menatap lapangan yang penuh anak-anak berpakaian putih biru
Menambatkan sebuah cita-cita yang tak pernah terjadi
Dan bercerita pada diri sendiri
Kini kenangan itu muncul kembali
Saat aku kembali berdiri di sini lagi
Di sebuah jendela kelas di sebuah sekolah menengah pertama
Membayangi sebuah masa yang bahagia yang pernah kumiliki
Ingin aku berada di sana lagi
Di waktu yang tak pernah aku bisa kembali
Bermain riang dengan tatapan kecilku
Dan bercerita melalui hati ke hati
Andai saja perpisahan itu tidak pernah ada
Andai saja waktu tidak pernah berjalan sombong ke depan
Andai saja aku bisa membawa mereka bersamaku
Andai saja semua ini tidak perlu terjadi
Mungkin aku sedang bersenang-senang di sini
Mungkin aku sedang berjalan kesana kemari
Mungkin aku sedang berbahagia dengan ceritaku
Mungkin aku sedang memanjakan cita-cita yang tak pernah ada
Kini hanya tapak masa lalu
Yang tak pernah bisa kembali
Dan aku masih di sini
Menatap lapangan dengan semua bayangan itu
Bayangan masa lalu yang haru
120607
Yudha P Sunandar
Sn
Ditulis dalam Tak Berkategori | Leave a Comment »